SUATU UNEK-UNEK DARI NAWIAZKY


Assalamualaikum wr wb

Abah Rafi dan seluruh Keluarga Besar Padepokan Al Kaafii (KBPK) yg saya hormati

Perkenankan saya yg dhoif ini diizinkan untuk mencurahkan sedikit unek-unek semoga bisa menjadi bahan perenungan atau apabila tidak berkenan mohon untuk diabaikan saja mengingat saya adalah adalah seorang yang masih awam dalam hal kehidupan dan terkait dengan hal ilmu hikmah seperti yg saya pelajari  dan dapatkan di KBPK ini.

Adapun latar belakang saya, untuk memberanikan diri menyampaikan unek-unek (curhat) ini adalah dipicu ketika saya mencoba berdiskusi mengenai biaya pengiriman dan persyaratan terkait program guru 1, yang Abah Rafi sangat berhati-hati dan selama hampir setengah jam, merasa hal tersebut tidak etis untuk diungkapkan (walau saat itu saya sedikit mencecar—mohon dimaafkan ya bah—dengan berbagai macam pertanyaan yang intinya menanyakan berapa ongkos kirim dan kira-kira biaya yang akan dikeluarkan oleh Abah Rafi sbg syarat yang harus dikeluarkan  untuk program guru tsb [misal biaya foto copy, minyak, botol dsb] karena apabila tidak disampaikan saya khawatir Abah Raffi akan nombok atau defisit), namun sungguh diluar dugaan saya abah rafi intinya menyatakan ini lillahi taala untuk menyebarkan keilmuan yang bersumber dari Allah dan bermanfaat untuk kepentingan KBPK, apabila beliau nombok pun beliau rela dan sudah biasa dan siap menaggung resiko tersebut demi maksud dan tujuannnya, subhannallah…

Selain itu saya juga miris kenapa yah ada beberapa dulur –yg memang bukan merupakan anggota KBPK– dengan lancangnya menyatalkan komersil-lah, memperjualkan ilmu Allah-lah dan hal-hal lain yang menyudutkan Abah Raffi, (lihat comment2 Kapsul Multi Fungsi) yang mereka sendiri sebenarnya belum melihat, memperhatikan  dan mempelajarinya, shg dgn ada nya tuduhan2 itu kadang akan membuat gamang seseorang untuk berniat baik, menstigma dan membenarkan pendapatnya serta memperkeruh suasana yang telah terjalin harmonis seperti yang ada di KBPK saat ini.
Saya coba menilik sebuah hadits shahih yang diambil dari kitab hadits shahih Muslim:5296, yang kemudian saya yg dhaif ini coba menganalogikan (qias) hadits tersebut dengan unek-unek yg akan saya sampaikan, hadits tsb berbunyi sbb:
Telah menceritakan kepada kami [Sidan bin Muddzarib Abu Muhammad Al Bahili] telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar Al Bashri dia adalah seorang yang jujur yaitu [Yusuf bin Yazid Al Barra`] dia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Al Ahnas Abu Malik] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Ibnu Abbas] bahwa beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sumber mata air dimana terdapat orang yang tersengat binatang berbisa, lalu salah seorang yang bertempat tinggal di sumber mata air tersebut datang dan berkata; “Adakah di antara kalian seseorang yang pandai menjampi? Karena di tempat tinggal dekat sumber mata air ada seseorang yang tersengat binatang berbisa.” Lalu salah seorang sahabat Nabi pergi ke tempat tersebut dan membacakan al fatihah dengan upah seekor kambing. Ternyata orang yang tersengat tadi sembuh, maka sahabat tersebut membawa kambing itu kepada teman-temannya. Namun teman-temannya tidak suka dengan hal itu, mereka berkata; “Kamu mengambil upah atas kitabullah?” setelah mereka tiba di Madinah, mereka berkata; “ Wahai Rasulullah , ia ini mengambil upah atas kitabullah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya upah yang paling berhak kalian ambil adalah upah karena (mengajarkan) kitabullah.”

Dari hadits di atas dapat ditarik beberpa hikmah dan pelajaran yang salah satu hikmah nya adalah sbb:

  1. bahwa nabi Muhammad tidak pernah melarang seseorang dalam melakukan pengobatan dengan media Kitabullah (jawaban thd orang yang menyatakan ayat Alquran tidak bisa dibuat sebagai penyembuh, ini jelas penyakit  lahir namun bisa disembuhkan [Mhn lihat pula QS:17:82]), sehingga jelas Al quran adalah sumber dari ilmu hikmah.

  1. Jelas Nabi Muhammad tidak pernah melarang suatu imbalan atas suatu syareat yang bersumber pada Al-Quran, atau bahkan apabila meminta imbalan dianggap jual beli ilmu Allah (Nauzubillah)  bahkan Kanjeng Nabi menyatakan upah yg dianggap terbaik karena (mengajarkan) kitabullah tsb, atau dengan kata lain karena kita telah bersyiar dengan mempergunakan Mujizazt nabi yang terbesar yaitu Alquran  (dalam hal ini melalui media pengobatan Kitabullah [QS alfatihah] tsb)

  1. Salah satu hikmah hadits tsb juga dapat diambil pelajaran dan memang sudah wajar apabila akan ada orang-orang, –bahkan dalam hadits ini dinyatakan ada beberapa sahabat– yang kurang senang akan hal ini dan menganggap telah terjadi jual beli atas ayat allah (Ya Allah ampunillah dosa mereka/ Allahumma firlahuum),  yang mungkin disebabkan ketidaktahuan mereka ataupun motif pribadi yang lain (Allahu Alam bis shawab).

Kembali lagi ke kontrovesi atau polemik biaya pengganti ongkos kirim, atau ada yang bilang –ekstrimnya—(ini bukan merujuk ke Abah Raffi, mungkin ada di blog sebelah) suatu mahar atau apapun namanya terkait dengan suatu syarat terkait persyaratab utk pembelajaran ilmu hikmah yang merupakan ilmu Allah, apakah hal tersebut diperbolehkan….?

Terlepas dari hadits diatas (yg jelas-jelas memperbolehkan hal tsb) kalau pendapat saya pribadi yang dhaif ini adalah sah-sah saja, namun dengan ketentuan hal ini bukanlah, berarti memperjualbelikan ilmu Allah swt (karena ilmu tersebut tidak ternilai dengan angka berapapun) asalkan:

  1. adanya keiklasan dan keridhoan masing-masing pihak;

  2. tidak ada unsur penipuan (penipuan dalam sudut pandang manapun adalah perbuatan yang tercela);

  3. Nilai yang etis dan wajar; tanpa bermaksud semata-mata mencari keuntungan yang berlipat-lipat (tapi yang jelas tidak boleh merugi ataupun nombok)

Selain itu izinkan pula saya menganalogikan dengan hal-hal natural sehari-hari  misal apabila saya berprofesi sebagai seorang dokter, berapa biaya yang saya keluarkan sejak TK , SD sampai masuk dan menamatkan bangku kuliah di Fakultas Kedokteran, biaya praktek lapangan dll. Ingat ilmu yg saya pelajari tersebut adalah ilmu Allah swt juga bukan? namun saya dg ikhlas dan ridho mengeluarkan biaya. Mungkin saat itu saya tidak dapat masuk Sekolah swasta favorit atau PTS favorit karena biaya terlalu tinggi, sesuai dengan kemampuan saya, maka saya  memilih sekolah negeri saja, tanpan harus mendemo sekolah swasta favorit dengan alasan menjualbelikan ilmu Allah dan mengkomersilkan suatu pendidikan demi anak bangsa.
Selanjutnya ketika saya berprofesi dan berpraktek sbg seorang dokter saya pun mendapat imbal jasa karenanya apakah saya salah..?
Seorang yg belajar ilmu hikmah pun pasti akan melakukan pengorbanan baik energi, tenaga maupun biaya, dan pantas juga ‘dihargai’ hasil jerih payahnya namun tetap dalam nilai keetisan dan tidak menipu, dan yang penting adalah sama-sama ikhlas dan ridho. Yang tidak ikhlas yah tidak usah usil masih banyak pilihan lainnya, bukankah jalan hidup yg akan diambil ini juga merupakan suatu pilihan? Ahli ilmu hikmah pun, sama –sama dengan umat manusia umumnya, yang masih mebutuhkan biaya untuk menjalankan hidup dan kehidupannya serta wajib menafkahi semua tanggungan yang berada dalam tanggunganya. Dan suatu hal yang wajar pula saya rasa, apabila Ahli ilmu hikmah tersebut digantikan semua beban biaya yang telah dikeluarkan serta sedikit penghargaan dalam rangka syiar ilmu Allah. Dengan ketentuan tadi sama-sama ikhlas, tidak menipu dan suatu nilai etis yang tidak berlebihan. Dan saya percaya apa yang Abah Rafi sampaikan dalam KBPK disini yang memang diperlukan biaya pengganti telah memenuhi kualifikasi tsb di atas. Sehingga -maaf- kurangajar sekali rasanya menyatakan Abah Rafi memperjualbelikan dan mengkomersilkan ilmu Allah, saya yakin mereka yang menyatakan hal tsb, mempunyai motif pribadi dgn diliputi unsur kesengajaan, hasad dan dengki dan pengetahuan yang minim sekali, wallahu a’lam bis shawab.

Saya atas nama pribadi dan sebagai anggota KBPK mohon dengan bijak semua orang khususnya anggota KBPK dapat memahami masalah ini.
Apabila unek-unek saya  tsb diatas ternyata salah, mohon dimaafkan dan diabaikan karena saya adalah semata-mata insan yg tidak luput atas kesalahan.

Wassalam

Nawiazky-PK233

By ABAH RAFFI Posted in UMUM